Fungsi manajemen masjid tidak berbeda jauh dengan fungsi manajemen pada umumnya. Fungsi adalah hal yang harus dilakukan pengelola untuk mencapai tujuan. Dalam konteks manajemen masjid, tujuan yang ingin dicapai adalah tercapainya kemakmuran masjid dan meningkatnya kualitas jamaah masjid.
Untuk mencapai tujuannya, diperlukan pengelolaan yang baik. Pengelolaan tersebut bermaksud membuat berbagai aktivitas masjid menjadi efektif dan efisien. Secara filosofis, fungsi manajemen masjid tidak akan pernah lepas dari fungsi masjid secara umum. Ketahui fungsi masjid dan fungsi manajemennya di sini.
Pedoman Fungsi Masjid
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam sekaligus pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Untuk mewujudkan tujuannya, pengelola masjid wajib berpedoman pada 3 fungsi yang terdapat dalam Kepdirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/902 Tahun 2014 tentang Standar Pengembangan Manajemen Masjid.
Ketiga fungsi tersebut adalah idarah, imarah, dan ri’ayah. Berikut penjelasan ketiganya.
1. Idarah
Idarah adalah fungsi pengelolaan atau manajemen masjid. Manajemen masjid merupakan inti dari semua aktivitas masjid. Contoh manajemen masjid adalah perencanaan, pembuatan laporan keuangan, pengorganisasian, dan pengawasan. Idarah wajib dilakukan untuk membuat masjid terus berfungsi.
2. Imarah
Imarah adalah fungsi memakmurkan masjid. Kegiatan yang dilakukan untuk memakmurkan masjid adalah menyelenggarakan kegiatan pendidikan, kegiatan sosial, dan keagamaan. Peribadatan juga termasuk dalam imarah. Fungsi ini akan membuat masjid “hidup” dan menjadi pusat aktivitas yang bermanfaat.
3. Ri’ayah
Ri’ayah adalah fungsi pemeliharaan fasilitas masjid. Aktivitas ri’ayah diantaranya melakukan pemeliharaan bangunan, melakukan perbaikan fasilitas yang rusak, membeli peralatan, menjaga kebersihan lingkungan, dan keindahan. Memastikan masjid selalu aman dan arah kiblat selalu tepat juga masuk dalam fungsi ini.
Pelaksanaan pedoman ini akan membantu pengelola masjid mengetahui perannya dan tidak mengambil peran pengurus lain. Pedoman ini juga memisahkan mana imam yang bertugas mengurus peribadatan dan mana pengurus yang murni mengelola masjid. Dengan demikian, konflik kepentingan bisa dicegah.
Fungsi Manajemen Masjid yang Utama
Sistem manajemen masjid dibentuk berdasarkan pedoman 3 fungsi masjid di atas. Fungsi dari manajemen masjid sendiri tidak berbeda jauh dengan manajemen pada umumnya. Dengan demikian, fungsinya pun akan mengikuti pedoman ilmu manajemen yang tentunya diterapkan sesuai dengan syariat.
4 fungsi manajemen ini wajib diterapkan untuk mengelola masjid.
1. Perencanaan
Perencanaan akan merumuskan apa yang ingin dicapai dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Fungsi ini krusial karena akan menentukan bagaimana masjid dikelola. Masa depan masjid akan ditentukan oleh visi pengelola masjid yang menempatkan masjid lebih dari sekadar tempat ibadah.
2. Pengorganisasian
Tujuan pengorganisasian adalah menciptakan struktur organisasi beserta deskripsi kerjarnya serta alur perintahnya. Sama seperti lembaga bisnis dan non-profit, masjid juga perlu memiliki hierarki kewenangan yang baik. Fungsi dari masing-masing pengelola harus dibuat jelas sehingga kerja mereka menjadi tepat.
3. Pelaksanaan
Fungsi pelaksanaan adalah aktivitas untuk membuat pengurus masjid mengeluarkan potensi terbaiknya ketika melaksanakan program-program masjid. Pelaku dari fungsi ini merupakan pemimpin DKM dan tentu saja pemimpin di setiap seksi. Pemimpin harus pandai mengarahkan dan memotivasi bawahannya.
Pelaksanaan juga mencakup pembuatan program masjid beserta eksekusinya. Penilaian terhadap pelaksanaan tidak hanya dilakukan oleh pemimpin masjid tetapi publik. Mereka akan melihat dan menilai bagaimana pengelola melaksanakan programnya. Kritik dan pujian adalah bagian dari pelaksanaan.
4. Pengawasan
Fungsi manajemen masjid terakhir adalah pengawasan, baik yang dilakukan terhadap program yang dilaksanakan maupun terhadap individu pelaksananya. Pengawasan tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi pelanggaran tetapi juga mengukur kegagalan dan keberhasilan program-program masjid.
Teknologi Digital Permudah Pelaksanaan Fungsi Manajemen
Upaya memenuhi standar manajemen masjid yang baik bisa dilakukan dengan bantuan teknologi digital. Teknologi digital akan membuat manajemen masjid menjadi sangat efisien dan transparan. Pedoman fungsi masjid dan pelaksanaan fungsi manajemennya bisa dibantu oleh aplikasi manajemen masjid.
Aplikasi tersebut membantu pengelola masjid membuat laporan keuangan, mengumpulkan data jamaah, menyelenggarakan donasi daring, mengelola aset, dan membuat jadwal acara. Aplikasi manajemen masjid berusaha mewujudkan manajemen masjid modern yang relevan dengan perkembangan zaman.
Aplikasi manajemen masjid terbaik tersedia di emasjidpro.com yang juga berpengalaman menyelenggarakan pelatihan masjid digital. Fungsi manajemen masjid yang dilaksanakan dengan baik memastikan manfaat masjid tidak hanya bisa dirasakan oleh jamaahnya, tetapi juga lingkungan sekitar dan masyarakat umum.